MAHASISWA DESAK KAPOLDASU TANGKAP REKTOR DAN WR II UIN SUMUT

suarapelangi.com-Medan, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, yang tergabung dalam Jaringan Akar Rumput Indonesia (JARI), Kamis (18/3), mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera memeriksa, mengusut dan menangkap pejabat UIN Sumut yang terlibat korupsi dan jual beli jabatan.

 

Permintaan tersebut terungkap dalam aksi demo yang digelar sekitar 30 mahasiswa UIN Sumut di depan Mapolda Sumut yang diwarnai dengan pembagian pernyataan sikap dan menggelar berbagai poster.

 

JARI menduga kuat terlah terjadi korupsi besar-besaran dalam hal pembangunan gedung mangkrak, Gugus Tugas Covid-19,  rental mobil, dan gedung SBSN. “ Makanya kami meminta agar Kapolda segera memanggil dan memeriksa Rektor dan Wakil Rektor II UIN Sumut. Jika terbukti, segera tangkap Rektor dan Wakil Rektor II, “ tegas Saleh Nasution yang  menjadi koordinator aksi.

 

Selain itu, mahasiswa UIN juga meminta Kapoldasu mengusut dugaan plagiasi karya ilmiah yang diduga dilakukan Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA.  Agar masalah ini tidak menjadi bola liar, diharapkan Kapoldasu memanggil Surya Dharma, pemilik karya ilmiah, untuk dikonfrontir dengan Syahrin Harahap sebagai plagiator.

 

“ Kami juga meminta agar Surya Dharma dengan penuh kesadaran untuk melaporkan Syahrin Harahap atas dugaan plagiasi karya ilmiah yang telah dipatenkan itu.  Ini dimaksudkan agar dunia poendidikan di Sumatera Utara tidak tercoreng dengan ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab itu, “ kata Saleh.

 

Tidak hanya kepada Kapoldasu, mahasiswa juga mendesak Kakanwil Kemenag Sumut untuk membicarakan masalah plagiasi ini kepada Menteri Agama RI, dan meminta Menteri Agama segera mengambil tindakan tegas agar n ama baik kampus UIN Sumut tidak tercoreng.

 

Dalam pernyataannya, JARI menyetir banyak kerjanggalan yang terjadi di UIN Sumut. Diantaranya, pengangkatan Rizki Anggraini sebagai Sekretaris SPI UIN. Padahal yang bersangkutan adalah mantan Ketua Pokja gedung mangkrak UIN SU, yang sebentar lagi akan bergulir di pengadilan. Rizki juga diduga tidak memiliki sertifikasi untuk menjabat sebagai Sekretaris SPI UIN SU.

 

Kejanggalan lain adalah tindakan Wakil Rektor II UIN SU, Dr. Hasnah Nasution. Dalam pandangan mahasisswa, WR II diduga kuat saebagai dominan dalam menentukan pejabat di lingkungan UIN SU. Hasnah juga diduga pembawa kontraktor untuk mendapatkan proyek di UIN SU, sembari meminta fee atau panjar proyek bagi kontraktor yang ingin mendapatkan proyek. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *