TURUNNYA ANGKA PERNIKAHAN DI KUA MEDAN AMPLAS AKIBAT COVID-19

Suarapelangi.com – medan amplas. Kantor Urusan Agama Medan Amplas yang terletak di Jalan Garu VI No. 10-A Kecamatan Medan Amplas di tengah pandemi Virus Corona Covid-19 mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi karena masih belum redanya pandemi Virus Corona meskipun pemerintah sudah membolehkan resepsi pernikahan dan akad nikah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Terhitung sejak Juli-Desember 2020, yang mendaftarkan pernikahan di KUA Medan Amplas tercatat rata-rata per bulannya hanya 25 pendaftar yang dilaksanakan langsung di Balai Nikah KUA Medan Amplas sementara Non Balai rata-rata perbulannya 40 pendaftar. Angka ini termasuk sangat rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ujar Ibu Khairiyanti, S.Pdi (selaku Bidang Penerimaan Pendaftaran Nikah dan Rujuk).

Pernikahan non balai. 

“Penurunan angka pernikahan terjadi akibat sejumlah faktor, seperti daerah Medan sendiri adanya PSBB dan larangan untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak membuat para pendaftar untuk menikah sangat rendah. Selain faktor yang disebutkan tadi masyarakat lebih memilih mengundur waktu pernikahan atau walimatul ursy setelah pandemi berakhir”, sebutnya.
Diungkapkan oleh Bapak Drs. Ali Sahra Hutapea, M.Si selaku Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas juga sebagai Penghulu serta Wali Hakim, semenjak Januari 2021 mulai banyak yang mendaftar pernikahan walaupun angka tersebut masih jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai meningkatkannya pendaftar pernikahan karena pemerintah melalui Kementerian Agama sudah membolehkan pelaksanaan akad nikah di luar Kantor Urusan Agama (KUA), begitu juga resepsi pernikahan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penuran dan peneyebaran Covid-19.

Pernikahan balai nikah KUA

“Ini sesuai dengan surat edaran Binmas Islam Kementerian Agama RI. Walimatul ursy juga dibolehkan, tapi dengan menggunakan protokol kesehatan serta kapasitasnya dibatasi”, terangnya.
Walaupun sudah diperbolehkan, angka pernikahan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru belum terlalu menunjukkan peningkatan. Namun Ibu Khairiyanti (selaku Bidang Penerimaan Pendaftaran Nikah dan Rujuk) menyampaikan bahwa pada bulan Ramadahan tidak ada yang dinikahkan dan tidak ada yang mendaftar pernikahan selesai lebaran barulah banyak yang mendaftar menikah kalaupun ada yang ingin menikah biasanya dilaksanakan di KUA itu sendiri. Repost: Mahasiswa Magang Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *