December 6, 2022
Jl. Garu III No. 51, Kota Medan
Berita Kriminal Lokal Nasional Politik

Dwi Ngai SH : Penetapan Istri Sambo Sebagai Tersangka Sudah Tepat

suarapelangi.com | MEDAN – Penetapan Putri Candrawathi sebagai salah satu tersangka dalam peristiwa kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dinilai sudah tepat.

Hal tersebut dikatakan pengamat hukum, Dwi Ngai Sinaga, SH, bahwa dengan penetapan tersebut sangat jelas istri Ferdy Sambo mengetahui peristiwa yang terjadi atau melakukan pembiaran terhadap adanya tindakan pidana.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Kapolri dengan sangat hati-hati secara bertahap mampu membuka tabir misteri kematian Brigadir J, termasuk penetapan istri Ferdy Sambo sebagai tersangka. Bagaimana pun keputusan sudah tepat, karena berada dilokasi atau tempat kejadian perkara, tapi melakukan pembiaran,” kata Dwi kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Ia mengatakan jika seseorang mengetahui adanya tindakan pidana, tapi tidak melaporkan peristiwa yang terjadi maka dapat dikenakan ancaman pidana.

Disinggung pasal yang dikenakan dalam hal ini pasal pembunuhan berencana, kata Dwi keputusan yang diambil sudah sangat tepat.

“Pasal 340 subsider 338 juncto 55 juncto 56 KUHP dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang ditetapkan Polri untuk menjerat Putri sudah tepat. Karena isi pasal itu sudah jelas, dengan unsur sengaja menghilangkan nyawa orang lain berarti perbuatan tersebut dilakukan dengan sengaja dan kesengajaan tersebut perlu timbul pada saat itu juga. Dan selama ini publik sudah menilai banyak dugaan kebohongan dilakukan yang akhirnya terbantahkan oleh polisi,” ungkapnya.

Dwi sendiri menilai bahwa kasus tersebut belum seluruhnya tuntas termasuk apa yang telah diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Perlu saya sampaikan kasus ini belum seutuhnya menjalankan amanat dari Presiden untuk terbuka dan apa adanya. Karena rangkaian peristiwa ini masih ada jangan sampai dilupakan,” kata Dwi.

Dwi juga mengatakan dibalik kasus kematian Brigadir J harus dilakukan pengusutan terhadap tim forensik awal.

“Kuasa hukum almarhum Brigadir J jangan terlarut dalam eforia penetapan tersangka. Seperti pernyataan saya sebelumnya dibalik kematian Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J diawal kasus ini bergulir sudah ada dilakukan penanganan jenazah oleh tim forensik. Tapi, ini tidak memuaskan keluarga almarhum termasuk hasil otopsinya pun diragukan sampai akhirnya dilakukan autopsi yang kedua atau ekshumasi,” papar Dwi.

Atas dasar itulah, kata Dwi pihaknya mempertanyakan sikap Polri.

“Dalam hal ini Polri jangan hanya mampu bertindak kepada anggota Polri yang membantu saudara FerdSambo. Bagaimana pengusutan terhadap tim forensik yang awal menangani kematian almarhum Brigadir J,” ucap Dwi.

Ia mengatakan jika hal tersebut tidak dilakukan akan menjadi pertaruhan kredibilitas tim dokter forensik Indonesia.

“Kasus kematian Brigadir J ini bukan lagi menjadi perbincangan di negara ini. Tapi, juga dunia karena media asing sudah melansirnya jadi jangan hanya mengembalikan citra Polri, tapi citra dari tim dokter forensik sendiri. Segera dilakukan pengusutan termasuk perlunya sikap tegas dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI),” beber Dwi seraya berharap setelah seluruh rangkaian tersebut selesai agar para tersangka dipaparkan kepada publik sebagaimana lazimnya para pelaku kriminalitas. (ril/kcu)

administrator
Suara Pelangi merupakan sebuah media online yang terdaftar di Kemenkumham atas nama PT. Media Suara Pelangi.

    Leave feedback about this

    • Quality
    • Price
    • Service

    PROS

    +
    Add Field

    CONS

    +
    Add Field
    Choose Image
    Choose Video