December 6, 2022
Jl. Garu III No. 51, Kota Medan
Berita Lokal Nasional Politik

Hitung Mundur 10 Hari Menjelang Ultah Demokrat ke 21, DPP Turunkan Titah Lewat Bakomstra

 

Suarapelangi.com-Medan. Partai Demokrat yg dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum akan berulang tahun dan berusia 21 tahun pada hari Jumat (9/9/2022) nanti.

Bicara tentang hari lahir partai berlambang mercy warna merah dan putih ini berarti tak boleh melupakan sejarah yg melatar belakangi dibentuknya hingga disahkan menjadi sebuah partai politik.

Partai yang telah berdiri lebih dari dua dekade ini dikenal lekat dan sepertinya tak akan pernah luntur akan sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya.

Mengutip situs resmi Demokrat, sejarah pembentukan dan berdirinya Partai Demokrat dilandasi atas inisiatif SBY yang terilhami dari kekalahannya pada pemilihan calon wakil Presiden dalam Sidang MPR tahun 2001.

Berdasarkan kekalahan itu, sejumlah orang merasa terpanggil untuk memikirkan bagaimana agar SBY bisa menjadi pemimpin bangsa dan tidak lagi direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI namun menjadi Presiden RI.

Hasilnya, beberapa orang, yang salah satunya Vence Rumangkang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi presiden, dan untuk mewujudkan cita-cita itu diputuskan bahwa jalan satu-satunya adalah mendirikan sebuah partai politik.

Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya teknis administrasi dirampungkan oleh Tim yang dipimpin oleh Vence Rumangkang.

Pada tanggal 12 Agustus 2001 sekira pukul 17.00 wib diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di Apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara maraton setiap hari. Tim itu terdiri dari Vence Rumangkang, Yani Wahid, Achmad Kurnia, Adhiyaksa Dault, Baharuddin Tonti, dan Shirato Syafei.

Pada tanggal 19 Agustus 2001, SBY memimpin langsung pertemuan yang merupakan cikal bakal pendirian dari Partai Demokrat, untuk selanjutnya, pada 20 Agustus 2001, Vence Rumangkang yang dibantu oleh Sutan Bhatoegana berupaya mengumpulkan orang-orang untuk merealisaskan pembentukan sebuah partai politik.

Hingga akhirnya terbentuklah Tim 9 yang beranggotakan 10 orang mempunyai tugas untuk mematangkan konsep-konsep pendirian partai politik yakni Vence Rumangkang, Ahmad Mubarok, Yani Wahid, Subur Budhisantoso, Irzan Tanjung, RMH. Heroe Syswanto Ns, RF. Saragjh, Dardji Darmodihardjo, Rizald Max Rompas, dan Rusli Ramli.

Untuk menjadi sebuah partai yang disahkan oleh Undang- undang Kepartaian dibutuhkan minimal 50 orang sebagai pendirinya, tetapi muncul pemikiran agar tidak hanya 50 orang saja, tetapi dilengkapi saja menjadi 99 orang agar ada sambungan makna dengan SBY sebagai penggagas, yakni SBY lahir tanggal 9 bulan 9.

Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan di hadapan Notaris Aswendi Kamuli, 46 dari 99 orang menyatakan bersedia menjadi Pendiri Partai Demokrat dan hadir menandatangani Akte Pendirian Partai Demokrat.

Sementara 53 orang lainnya tidak hadir tetapi memberikan surat kuasa kepada Vence Rumangkang. Lalu Vence Rumangkang meminta Subur Budhisantoso sebagai Pejabat Ketua Umum dan Irsan Tandjung sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal sementara Bendahara Umum dijabat oleh Vence Rumangkang.

Pada tanggal 10 September 2001 Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM oleh oleh Vence Rumangkang, Subur Budhisantoso, Irsan Tandjung, Sutan Bhatoegana, Rusli Ramli dan RF. Saragih.

Kemudian pada 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Nomor M.MU.06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat keputusan tersebut, Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia.

Sejarah yg cukup panjang ini sengaja dikisahkan kembali secara singkat di suarapelangi.com oleh penulis Ary Wahyudi Nasution yg juga seorang kader partai Demokrat dari kecamatan Medan Belawan agar kader/simpatisan muda Demokrat mengenal tokoh² pendiri dan sejarah berdirinya partai.

Tak kenal maka tak sayang, penulis meminjam narasi yg sering disampaikan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat kota Medan H Iswanda Ramli saat membuka setiap konsolidasi kader² kecamatan sekota Medan.

“Walau baru dan masih banyak anak muda, bila kita saling mengenal sesama kader, kenal dengan pimpinan maupun partai rasa cinta akan tumbuh dengan sendirinya, bila sudah tumbuh rasa cinta maka rasa hormat dan loyal kepada pimpinan dan partai akan timbul, kemenanganpun akan mudah diraih,” kata Nanda Ramli saat itu.

Sepuluh hari menjelang perayaan usia yg ke 21 titah pun turun dari DPP melalui bakomstra untuk menyemarakkan dengan cara yg tak perlu mewah namun memberi kesan kepada masyarakat agar partai Demokrat semakin mengena di hati masyarakat sesuai dengan tema yg gaungkan ‘Bersama rakyat memperjuangkan perubahann perbaikan’.

Jangan tanyakan apa yg partai Demokrat bisa berikan untukmu, tapi tanyakan pada dirimu apa yg bisa diberikan untuk partai Demokrat, inilah saatnya. (AwY)

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video