September 24, 2022
Jl. Garu III No. 51, Kota Medan
Berita Bisnis Kriminal Lokal Nasional

TPL Sesalkan Aksi Kekerasan Kelompok Lamtoras di Konsesi HTI Perusahaan

suarapelangi.com | PARMAKSIAN – PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) menyesalkan terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan Lembaga Adat Keturunan Oppu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (LAMTORAS) di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Bahkan hingga berita ini dirilis, Senin (22/8/2022), oknum mengatasnamakan masyarakat Lamtoras masih melakukan pengrusakan seperti kantor, serta menghalangi operasional perusahaan dalam melakukan aktifitas, mulai dari penebangan pohon eucalyptus, sampai menutup akses jalan di wilayah Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan.

Akibat aksi kekerasan yang cenderung anarkis tersebut, hingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar, pihak perusahaan pun telah melaporkan kejadian itu kepada aparat Kepolisian Sektor Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan kronologis di lapangan, peristiwa terjadi sejak hari Senin 18 Juli 2022 yang lalu, sekitar pukul 14.00 WIB, dimana sekelompok orang tersebut melakukan penyanderaan terhadap 3 karyawan Mitra TPL di kantor Research & Development (R&D) TPL Sektor Aek Nauli serta menyandera kendaraan dan alat berat operasional perusahaan.

Mendapat informasi penyanderaan, perusahaan dibantu aparat kepolisian dari Polsek Sidamanik turun ke lokasi dan melakukan dialog guna membebaskan para karyawan yang disandera.

Namun, upaya dialog tidak menemukam kesepakatan, dimana sekelompok oknum masyarakat tersebut justru melakukan tindakan anarkis dengan melempar batu, kayu yang telah dililit kawat berduri dan senjata tajam lainnya.

Selanjutnya, untuk menghindari terjadinya bentrok fisik dan jatuhnya korban jiwa, pihak perusahaan beserta Polsek Sidamanik memilih mundur menghindari bentrokan.

Akibat tindakan anarkis tersebut 1 orang karyawan perusahaan mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benda tajam yang dilakukan sekelompok orang tersebut.

Tak hanya itu, 1 unit mobil Avanza warna hitam milik Perusahaan, 2 unit mobil Xenia milik Jatanras Polres Simalungun dan 1 unit bus milik Polres Simalungun yang berada di lokasi juga dirusak dan dijarah oknum masyarakat.

Termasuk juga 1 unit truk logging, 1 unit alat berat Motor Grader, 1 unit alat berat Compactor Bomag, 2 unit mobil Double Cabin dan 1 unit Truck Colt Diesel, sempat dikuasai dalam beberapa hari oleh oknum mengatasnamakan masyarakat LAMTORAS.

Terpisah, Direktur TPL Jandres Silalahi menyatakan bahwa tindakan anarkis oknum masyarakat tersebut menyebabkan total kerugian yang sangat besar yakni Milyaran Rupiah.

Atas peristiwa ini pihak perusahaan telah melaporkan kejadiannya kepada pihak berwenang sebagai tindak kriminal murni.

Karena selain pengrusakan terhadap alat berat operasional perusahaan, oknum yang mengatasnamakan masyarakat Lamtoras juga melakukan pembakaran dan pengrusakan tanaman eucalyptus, yang merupakan bahan baku produksi pulp.

“Pembakaran lahan yang telah ditanamai pohon eucalyptus sangat merugikan. Kami berharap aparat penegak hukum dapat melakukan proses hukum terhadap pelaku pengrusakan dan pembakaran lahan,” pinta Jandres

Menurut Jandres, sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai salah satu tanggung jawab Perusahaan, sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pengelolaan Hutan (PBPH) yang diberikan oleh negara. (ril/dyan)

administrator
Suara Pelangi merupakan sebuah media online yang terdaftar di Kemenkumham atas nama PT. Media Suara Pelangi.

    Leave feedback about this

    • Quality
    • Price
    • Service

    PROS

    +
    Add Field

    CONS

    +
    Add Field
    Choose Image
    Choose Video
    X